Minggu, 15 Juli 2018

Analisis Latar dalam Novel "5 CM"


 ANALISIS LATAR DALAM NOVEL 5 CM
KARYA DONY DHIRGANTORO
Rofif Syuja’ Mu’tasyim- Ruang 538

1.      Latar belakang
Cerita ini dimulai dari sebuah tongkrongan lima orang yang mengaku dirinya “manusia-manusia agak pinter dan sedikit tolol yang sangat sok tahu" yang telah kehabisan pokok bahasan pada waktu nongkrong sehingga akhirnya cuma bisa ketawa-ketiwi.
Mereka berlima adalah Arial, Riani, Zafran, Genta dan Lan. Arial adalah sosok yang paling handsem diantara mereka semua. Riani pakai kacamata ia adalah sosok yang cantik, cerdas dan seorang N-ACH sejati. Zafra, adalah seorang penyair yang kebanyakan bimbang dalam hidupnya. Lan, ia adalah tokoh yang paling gendut, subur diantara mereka dan kepalanya botak plontos. Genta ia dianggap “the leader", dengan badan yang ideal dengan rambut lurus yang berjambul.
Mereka semua sepakat, untuk entah beberapa kali nya, pergi kerumah Arial. Halaman rumah Arial yang cukup luas dan asri. Semuanya teringat, tiga tahun yang lalu ketika baru beranggotakan empat orang dan belum menjadi “Power Rangers".
Tiba-tiba ada yang berkata “ Mungkin sebaiknya kita ngga usah ketemu dulu", Genta mengalirkan kalimat pendek. “Kita bertemu lagi tanggal 14 agustus ya" Genta meyakinkan kawan-kawannya. “Pokoknya nanti aku bikin reminder buat tanggal 14 agustus di handphone. Tanggal 7 Agustus aku kasih tau planning nya aja lewat SMS, dimana kita akan bertemu," Lanjut Genta.
Pada tanggal 7 Agustus tepatnya pukul 09.00 pagi, Genta mengirim SMS kepada ke-4 temannya. “Selamat pagi semuanya, gue kangen banget sama kalian semuanya, sumpah !, tanggal 14 Agustus nanti kita bertemu di stasiun kereta api senen jam 02.00.persahabatan, cinta, mimpi, dan nasionalisme. Serta kutipan kata- kata mereka   “kita perlu kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya (genta), mata yang akan menatap lebih lama dariada biasanya (Ian), Leher yang akan sering melihat ke atas (ariel), lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja (riani), Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya (zafran), serta mulut yang akan selalu berdoa (adinda).
Dengan demikian, novel 5 cm ini mengambil latar pegunungan sebagai sebuah petualangan bagi para pemuda yang merasa penat dengan kesibukan masing- masing di kota.

2.      Rumusan Masalah
Mengapa novel 5 cm memilih latar gunung sebagai tempat berpetualang?
3.      Landasan Teori

Landasan Teori Pengkajian data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori yang saling berkaitan. Teori ini dijadikan landasan dalam analisis dan pembahasan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Latar dan motivasi.

3.1  Latar
Latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam cerita, semesta yang berinteraksi dengan peristiwa- peristiwa yang sedang berlangsung. Latar dapat berwujud dekor seperti café di Paris, pegunungan di California, sebua jalan buntu di kota Dublin dan sebagainya. Latar juga berbentuk waktu- waktu tertentu (hari, bulan, dan tahun), cuaca, atau satu periode sejarah. Deskripsi- deskripsi latar kerap membuat jengkel pembaca karena mereka cenderung ingin langsung menuju inti cerita. (Robert Stanton, 2007:35).


3.1  Motivasi
Motivasi pada novel ini pada latar sebuah pegunungan memiliki sebuah motivasi yang luar biasa.
“Biarkan keyakinan mu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan mu. Dan setelah itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa…percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu". Kata yang diucapkan Zafran dengan penuh yakin.

1.      Pembahasan
Dalam penelitian ini, peneliti akan membahas latar pegunungan yang ada dalam novel 5 cm
2.1 Latar gunung dalam novel 5 cm
Latar gunung yang diambil pada novel 5 cm ini, adalah gunung Mahameru. Dimana terdapat danau Ranu Kumbolo yang terkenal sebagai spot swafoto yang bagus, kemudian ada jalan cinta, yang konon ketika jalan jangan melihat kebelakang, kemudian ada oro- oro ombo, itu sebacam ilalang yang juga sering dipakai buat foto. Dan puncak yang tak bisa diragukan lagi keindahannya. Kemudian mereka jadikan gunung sebagai sebuah petualangan bersama teman- teman. Dengan mendaki mereka mampu melihat keegoisan teman- teman ketika perjalan meuju puncak, mereka merasa bosan dan ingin menghabiskan waktu luang untuk menikmati suasana pegunungan yang masih alami. Kemudian banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari sebuah perjalanan tersebut. Dimulai ketika tidak boleh melarang pantangan dalam gunung, mereka bisa tau bagaimana rasanya hidup di alam bebas,
Perbedaan yang paling menonjol adalah ketika mereka terbiasa hidup di kota, kemudian merasakan alam pegunungan yang jauh berbeda. Yang biasanya mereka menaiki lift menuju lantai ke atas, ketika mendaki menuju puncak butuh perjuangan. Ketika di kota padat dengan keramaian, ketika mendaki merasakan kesunyian
2.2  Hubungan antara latar gunung dengan persahabatan
Dalam analisis ini, hubungan antara latar gunung dengan persahabatan karena bagian dari perjangan. Perjuangan nya adalah menyatukan ego yang berbeda- beda. Apalagi ketika mendaki. Dalam persahabatan tentunya banyak ketidak cocokan. Dari situ masing- masing harus melakukan sesuatu supaya bisa saling menerima bukan hanya kebaikan, malainkan kekurangan yang bisa membuat pertentangan dengan apa yang kita ga suka.
Sahabat adalah mereka yang beranimempertaruhkan segala miliknya. Rentetan kejadian yang dialami secara bersamaan tentu telah membentuk gambar. Gambaran yang secara gamblang mengungkap sisi yang paling dirahasiakan sekalipun. Persahabatan dibangun harus dikuatkan dan dirawat untuk kebesaran jiwa, kesediaan yang ikhla dan menyediakan telinga sesering mungkin untuk mendengar.


3        SIMPULAN
            Dalam novel 5 cm latar pegunungan menjadi latar sebuah petualangan. Hal ini karena pegunungan dapat menjadi tempat untuk menguji adrenalin, menjadi salah satu tempat unutuk berlibur dengan sahabat hingga dapat mempererat hubugan persahabatan, dan sangat banyak diminati berbagai kalangan sebagai arti sebuah petualangan. Apalagi orang yang merasa penat dengan suasana perkotaan, apalagi dengan kesibukan sehari- hari yang membuat pikiran ingin merasakan refreshing.
4        SARAN
            Kalau ingin tau karakter seseorang. Cobalah  sekali- kali ajak mendaki, dan kau akan tau bagaimana karakter seseorang. Bagaimana sikapnya ketika melihat sampah disekitarnya, ketika melihat temannya kelelahan, ketika temannya hypo, ketika kekurangan logistic, dan lain sebagainya. Dan bagaimana kerjasama dalam mendirikan tenda, egoisnya dalam perjalanan menuju puncak.



telaah puisi "Sajak Putih" karya Chairil Nawar


TELAAH PUISI
Oleh: Rofif Syuja’ Mu’tasyim
SAJAK PUTIH
(Karya: Chairil Anwar)
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
            Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
            Meriak muka airkolam jiwa
            Dan dalam dadaku memerdu lagu
            Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hiduku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak
Membelah…




1.      Citraan
Citraan dalam karya sastra berperan untuk menimbulkan pembayangan imajinatif bagi pembaca melalui ungkapan tidak langsung.
a.       Citraan Visual (penglihatan) terlihat pada baris kedua dan kedelapan yaitu “kau depanku dan menarik menari”.
b.      Citraan indera (pencium) terlihat pada bait keempat yaitu “harum rambutmu”.
c.       Citraan indera (pendengaran) terlihat pada baris kelima yaitu “sepi menyanyi”.
2.       Gaya Bahasa
Dalam puisi “Sajak Putih” gaya bahasa (majas) yang muncul yaitu:
a.       Pada baris ketiga bait pertama, yaitu “dihitam matamu kembang mawar dan melati”, merupakan majas metafora yang bersifat membandingkan sesuatu secara langsung. Mawar dan melati yang mekar menggambarkan sesuatu yang indah dan menarik, biasanya mawar itu berwarna merah yang menggambarkan cinta dan melati putih menggambarkan keucian. Jadi dalam mata si gadis tampak cinta yang tulus, menarik, dan mengikat
b.      Majas repetisi pada baris kesembilan bait ketiga, yaitu terjadi pengulangan kata, “Hidup dari hidupku”, menggambarkan bahwa si aku merasa hidupnya penuh dengan kemungkinan.
c.       Pada baris 1 bait 1 yaitu, “Tari warna pelangi” merupakan bahasa kiasan personifikasi yang menggambarkan benda mati dapat digambarkan seolah-olah hidup. “Rambutmu mengalun bergelut senda” juga menggunakan bahasa kiasan personifikasi.
d.      Dalam bait kedua baris pertama, “Sepi menyanyi” adalah personifikasi karena mereka berdua tidak berkata-kata, suasana begitu khusuk seperti waktu malam untuk mendoa tiba. Dalam keadaan diam itu, jiwa si akulah yang berteriak seperti air kolam kena angin.
e.       Majas Anatonomasia pada bait kesatu baris kedua yaitu, “Kau depanku bertudung sutra senja” yang menggunakan ciri fisik seseorang sebagai penggantinya.


3.      Pengimajian
Dalam puisi sajak putih digambarkan gadis si aku pada suatu senja hari yang indah ia duduk dihadapan si aku. Ia besandar yang pada saat itu ada warna pelangi yaitu langit senja yang indah penuh dengan macam-macam warna. Gadis itu bertudung sutra diwaktu haru sudah senja. Sedangkan rambut gadis itu yang harum ditiup angin tampak seperti sedang bersenda gurau, dan dalam mata gadis yang hitam kelihatan bunga mawar dan melati yang mekar. Mawar dan melati yang mekar menggambarkan sesuatu yang indah dan menarik . Suasana pada saat itu sangat menyenangkan, menarik dan penuh keindahan yang membuat si aku haru dengan semua itu.
Dalam pertemuan kedua insan itu sepi menyanyi, malam dalam doa tiba yang menggambarkan tidak ada percakapan dari keduanya. Mereka hanya diam tanpa ada sepatah kata yang diucapkan seperti hanya ketika waktu berdoa. Hanya kata hati yang berkata dan tidak keluar suara. Kesepian itu mengakibatkan jiwa si aku bergerak seperti hanya permukaan kolam yang terisa air yang beriak tertiup angin. Dalam keadaan diam tanpa kata itu, didalam dada si aku terdengar lagu yang merdu yang menggambarkan kegembiraan. Rasa kegembiraan itu digambarkan dengan menari seluruh aku.
Hidup dari hidupku, pintu terbuka menggambarkan bahwa si aku merasa hidupnya penuh dengan kemungkinan dan ada jalan keluar serta masih ada harapan yang pasti bisa diwujudkan selama gadis kekasihnya masih menengadahkan mukanya ke si aku. Ini merupakan kiasan bahwa si gadis masih mencintai si aku, mau memandang kemuka si aku.
Begitu juga hidup si aku penuh harapan selama si gadis masih hidup wajar, dikiaskan dengan darahnya yang masih mengalir dan luka, sampai kematian tiba pun keduanya masih mencintai, dan tidak akan terpisahkan. Sajak merupakan kiasan suara hati si penyair, suara hati si aku. Putih mengiaskan ketulusan kejujuran, dsan keihklasan. Jadi sajak putih berarti suara hati si aku yang sangat tulus dan jujur.
4.      Amanat
Dalam puisi ini amanat yang disampaikan oleh penyair adalah bahwa jika kita mencintai seseorang harus berani untuk menyatakaan perasaan kita masing-masing, menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita, dan berusahalah untuk selalu mencintai dan ada disisinya sampai hembusan nafas terakhir

Minggu, 03 Desember 2017

Parking Pamulang University Viktor


Pamulang, Tangerang Selatan. Parking conditions at Pamulang University are adequate for students, especially regular (A) and night (B) students, since regular A and B students are only 35% of regular Saturday (C) classes, with almost 65% more students. Pamulang University has 3 floors of large parking area on each floor. Parking at Pamulang University looks very crowded during lectures at Saturday (C) classes, in the second-class saturated vehicle volumes of two-wheeled vehicles almost every floor is fully loaded. As a result, students also park their motorcycles outside the parking area.

 


Most students at Pamulang University prefer to park their bikes in the 1st floor parking area. As a result, the parking area on the 1st floor is always crowded and finally the students who do not get the parking space on the 1st floor will not want to park their vehicles on the 2nd and 3rd floors far more apart than on the 1st floor, but not infrequently many students whose classrooms are upstairs prefer parking on the 2nd and 3rd floors as access to their classes is closer.



The land used as a parking lot is not the actual parking lot, because the actual parking lot is still in repair phase. The currently used parking lot will actually be used as a classroom. Because it is still in the process of construction that has not been 100% completed, the condition of the parking lot of dust and dirt make the students feel uncomfortable, so the motorcycles parked in the parking lot is filled by the dust, and many students complain because the motor dirty due to the amount of dust that stuck in their vehicles.




Parking fee at Pamulang University is very cheap that is only 2000 rupiah, but many students who sometimes only pay half and it does not matter to the parking attendant. Because at least they appreciate what parking guards have done by keeping their vehicles. The students are eagerly awaiting the completion of Pamulang University building project in Viktor area, because they only want to get more comfort especially in the parking area.

Senin, 06 November 2017

Parkiran Universitas Pamulang Viktor

Parkiran Universitas Pamulang Viktor


Pamulang, Tangerang Selatan. Kondisi parkiran di Universitas Pamulang sangat memadai bagi mahasiswa, terutama mahasiswa regular pagi (A) dan malam (B), karena mahasiswa regular A dan B hanya 35% dari regular kelas sabtu (C) yang hampir 65% mahasiswanya lebih banyak. Universitas Pamulang memiliki 3 lantai lahan parkir yang sangat luas disetiap lantainya. Parkiran di Universitas Pamulang terlihat sangat padat pada saat perkuliahan di kelas sabtu (C), di kelas sabtu volume kendaraan yang dominan kendaraan roda dua hampir setiap lantainya terisi penuh. Akibatnya, mahasiswa pun memarkirkan sepeda motor mereka di luar area parkir.



Kebanyakan mahasiswa di Universitas Pamulang lebih memilih memarkirkan motornya di area parkir lantai 1. Akibatnya, area parkir di lantai 1 selalu padat dan akhirnya mahasiswa yang tidak kebagian tempat parkir di lantai 1 mau tidak mau memarkirkan kendaraannya di lantai 2 dan 3 yang jauh lebih renggang dibandingkan di lantai 1, tapi tak jarang juga banyak mahasiswa yang  ruang kelasnya berada di lantai atas lebih memilih memarkirkan kendaraannya di lantai 2 dan 3 karena akses menuju ke kelas mereka lebih dekat. 



Lahan yang dijadikan tempat parkir ini bukanlah tempat parkir yang sebenarnya, karena lahan parkir yang sebenarnya masih dalam tahap perbaikan. Lahan parkir yang saat ini digunakan sebenarnya akan gunakan menjadi ruang kelas. Karena masih dalam proses pembangunan yang belum 100% selesai, kondisi parkirannya yang banyak debu dan kotoran membuat para mahasiswa merasa tidak nyaman, sehingga motor-motor yang terparkir diarea parkir ini dipenuhi oleh debu-debu tersebut, dan banyak juga mahasiswa yang komplain karena motornya yang kotor akibat banyaknya debu yang menempel dikendaraan mereka.


Biaya parkir di Universitas Pamulang ini sangatlah murah yaitu hanya 2000 rupiah, tetapi banyak siswa yang kadang hanya membayar setengahnya dan itu tidak jadi masalah bagi penjaga parkir. Karena paling tidak mereka menghargai apa yang telah di lakukan penjaga parkir dengan menjaga kendaraan-kendaraan mereka. Para mahasiswa sudah tidak sabar menunggu selesainya proyek gedung Universitas Pamulang di daerah Viktor ini, karena mereka hanya ingin mendapatkan kenyamanan yang lebih terutama di area parkirannya.

Kelompok 1: - Alda Ellsandy Anwar
                      - Dhita Sherlita
                      - Nurul Falah
                      - M. Pilos Yaprilsen
                      - Rofif Syuja' Mu'tasyim

                      - Vini Marcela

Minggu, 15 Oktober 2017

Ya
Oleh: Rofif Syuja’ Mu’tasyim


Ketika ku sapa
Kau balas, ya
Ketika ku Tanya
Kau jawab, ya
                        Ketika ku beritahu
                        Kau ucap, ya
                        Ketika kau diam
                        Kau pun diam

Aku kesal, ketika kau jawab ya
Bingung harus bagaimana
Apa kau hanya tahu satu kata
Ya…
                        Atau kau tak usah punya mulut sekalian.




                        Tangerang, 16 Oktober 2017

Jumat, 16 Desember 2016

"Tiada Lelah"
Oleh : Rofif Syuja' Mu'tasyim

Bangun pagi... 
Langsung sholat 
Kemudian mandi
Dan bersiap2

Sebelum matahari muncul 
Aku sudah harus berangkat 
Menuju kampus 
Yang tak dekat dari rumah

Bertemu polisi,  karyawan,  siswa 
Bahkan pedagang pun mulai keluar
Semua tumpah ruah di jalan
Yang tak bsa dihindari 

Satu dua keringat mulai bercucuran
Membasahi baju yang Wangi nan rapi
Membuat tubuh tak betah 
Berlama-lama dalam suasana itu

Terkadang apa yang telah diusahakan
Tak sesuai kenyataan
Namun tetap berusaha
Mencapai semua harapan yang di impikan... 





17 Desember 2016

Kamis, 15 Desember 2016

"Perubahan Tanpa Sadar"
oleh : Rofif Syuja' Mu'tasyim


Mengawali dengan hiruk pikuk masyarakat
Mendengar ocehan yang mebuat panas telinga
Ditambah suasana hati yang buruk
Pagi itu sudah diisi kesal dan keegoisan

Saat sudah berkecamuk dengan masyarakat
Dimana orang sabar bisa menjadi kasar
Orang bijak menjadi galak
Orang egois pun semakin bengis

Itulah yang kusebut perubahan tanpa sadar
Sifat orang dapat berubah derastis
Tanpan diminta
Dan tanpa diberi upah

karyawan, siswa, mahasiswa, manager
semua menjadi Satu
Semua memakai ego masing-masing
dan tak ada satupun yang mau mengalah

pagi itu memang sudah bonyok  leh rasa kesal
bagaimana tidak kacau
mengawali pagi saja dengan kesal yang berkecamuk
semua itu sering kutemui saat susana macet...



16 Desember 2016