Selasa, 20 Oktober 2020

ANALISIS LATAR DALAM NOVEL 5 CM KARYA: DONY DHIRGANTORO

 

 ANALISIS LATAR DALAM NOVEL 5 CM

KARYA DONY DHIRGANTORO

Rofif Syuja’ Mu’tasyim- Ruang 625

 

1.      Latar belakang

Cerita ini dimulai dari sebuah tongkrongan lima orang yang mengaku dirinya “manusia-manusia agak pinter dan sedikit tolol yang sangat sok tahu" yang telah kehabisan pokok bahasan pada waktu nongkrong sehingga akhirnya cuma bisa ketawa-ketiwi.

Mereka berlima adalah Arial, Riani, Zafran, Genta dan Lan. Arial adalah sosok yang paling handsem diantara mereka semua. Riani pakai kacamata ia adalah sosok yang cantik, cerdas dan seorang N-ACH sejati. Zafra, adalah seorang penyair yang kebanyakan bimbang dalam hidupnya. Lan, ia adalah tokoh yang paling gendut, subur diantara mereka dan kepalanya botak plontos. Genta ia dianggap “the leader", dengan badan yang ideal dengan rambut lurus yang berjambul.

Mereka semua sepakat, untuk entah beberapa kali nya, pergi kerumah Arial. Halaman rumah Arial yang cukup luas dan asri. Semuanya teringat, tiga tahun yang lalu ketika baru beranggotakan empat orang dan belum menjadi “Power Rangers".

Tiba-tiba ada yang berkata “ Mungkin sebaiknya kita ngga usah ketemu dulu", Genta mengalirkan kalimat pendek. “Kita bertemu lagi tanggal 14 agustus ya" Genta meyakinkan kawan-kawannya. “Pokoknya nanti aku bikin reminder buat tanggal 14 agustus di handphone. Tanggal 7 Agustus aku kasih tau planning nya aja lewat SMS, dimana kita akan bertemu," Lanjut Genta.

Pada tanggal 7 Agustus tepatnya pukul 09.00 pagi, Genta mengirim SMS kepada ke-4 temannya. “Selamat pagi semuanya, gue kangen banget sama kalian semuanya, sumpah !, tanggal 14 Agustus nanti kita bertemu di stasiun kereta api senen jam 02.00.persahabatan, cinta, mimpi, dan nasionalisme. Serta kutipan kata- kata mereka   “kita perlu kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya (genta), mata yang akan menatap lebih lama dariada biasanya (Ian), Leher yang akan sering melihat ke atas (ariel), lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja (riani), Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya (zafran), serta mulut yang akan selalu berdoa (adinda).

Dengan demikian, novel 5 cm ini mengambil latar pegunungan sebagai sebuah petualangan bagi para pemuda yang merasa penat dengan kesibukan masing- masing di kota.

 

2.      Rumusan Masalah

Mengapa novel 5 cm memilih latar gunung sebagai tempat berpetualang?

3.      Landasan Teori

 

Landasan Teori Pengkajian data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori yang saling berkaitan. Teori ini dijadikan landasan dalam analisis dan pembahasan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Latar dan motivasi.

 

3.1  Latar

Latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam cerita, semesta yang berinteraksi dengan peristiwa- peristiwa yang sedang berlangsung. Latar dapat berwujud dekor seperti café di Paris, pegunungan di California, sebua jalan buntu di kota Dublin dan sebagainya. Latar juga berbentuk waktu- waktu tertentu (hari, bulan, dan tahun), cuaca, atau satu periode sejarah. Deskripsi- deskripsi latar kerap membuat jengkel pembaca karena mereka cenderung ingin langsung menuju inti cerita. (Robert Stanton, 2007:35).

 

 

3.1  Motivasi

Motivasi pada novel ini pada latar sebuah pegunungan memiliki sebuah motivasi yang luar biasa.

“Biarkan keyakinan mu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan mu. Dan setelah itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa…percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu". Kata yang diucapkan Zafran dengan penuh yakin.

 

1.      Pembahasan

Dalam penelitian ini, peneliti akan membahas latar pegunungan yang ada dalam novel 5 cm

2.1 Latar gunung dalam novel 5 cm

Latar gunung yang diambil pada novel 5 cm ini, adalah gunung Mahameru. Dimana terdapat danau Ranu Kumbolo yang terkenal sebagai spot swafoto yang bagus, kemudian ada jalan cinta, yang konon ketika jalan jangan melihat kebelakang, kemudian ada oro- oro ombo, itu sebacam ilalang yang juga sering dipakai buat foto. Dan puncak yang tak bisa diragukan lagi keindahannya. Kemudian mereka jadikan gunung sebagai sebuah petualangan bersama teman- teman. Dengan mendaki mereka mampu melihat keegoisan teman- teman ketika perjalan meuju puncak, mereka merasa bosan dan ingin menghabiskan waktu luang untuk menikmati suasana pegunungan yang masih alami. Kemudian banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari sebuah perjalanan tersebut. Dimulai ketika tidak boleh melarang pantangan dalam gunung, mereka bisa tau bagaimana rasanya hidup di alam bebas,

Perbedaan yang paling menonjol adalah ketika mereka terbiasa hidup di kota, kemudian merasakan alam pegunungan yang jauh berbeda. Yang biasanya mereka menaiki lift menuju lantai ke atas, ketika mendaki menuju puncak butuh perjuangan. Ketika di kota padat dengan keramaian, ketika mendaki merasakan kesunyian

2.2  Hubungan antara latar gunung dengan persahabatan

Dalam analisis ini, hubungan antara latar gunung dengan persahabatan karena bagian dari perjangan. Perjuangan nya adalah menyatukan ego yang berbeda- beda. Apalagi ketika mendaki. Dalam persahabatan tentunya banyak ketidak cocokan. Dari situ masing- masing harus melakukan sesuatu supaya bisa saling menerima bukan hanya kebaikan, malainkan kekurangan yang bisa membuat pertentangan dengan apa yang kita ga suka.

Sahabat adalah mereka yang beranimempertaruhkan segala miliknya. Rentetan kejadian yang dialami secara bersamaan tentu telah membentuk gambar. Gambaran yang secara gamblang mengungkap sisi yang paling dirahasiakan sekalipun. Persahabatan dibangun harus dikuatkan dan dirawat untuk kebesaran jiwa, kesediaan yang ikhla dan menyediakan telinga sesering mungkin untuk mendengar.

 

 

3        SIMPULAN

            Dalam novel 5 cm latar pegunungan menjadi latar sebuah petualangan. Hal ini karena pegunungan dapat menjadi tempat untuk menguji adrenalin, menjadi salah satu tempat unutuk berlibur dengan sahabat hingga dapat mempererat hubugan persahabatan, dan sangat banyak diminati berbagai kalangan sebagai arti sebuah petualangan. Apalagi orang yang merasa penat dengan suasana perkotaan, apalagi dengan kesibukan sehari- hari yang membuat pikiran ingin merasakan refreshing.

4        SARAN

            Kalau ingin tau karakter seseorang. Cobalah  sekali- kali ajak mendaki, dan kau akan tau bagaimana karakter seseorang. Bagaimana sikapnya ketika melihat sampah disekitarnya, ketika melihat temannya kelelahan, ketika temannya hypo, ketika kekurangan logistic, dan lain sebagainya. Dan bagaimana kerjasama dalam mendirikan tenda, egoisnya dalam perjalanan menuju puncak.

 

 

MAKALAH PROSES MORFOLOGI

 

MAKALAH

Proses Morfologi

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Morfologi

 

Dosen Pengampu : Didah Nurhamidah

 

 

Disusun oleh        :

Rofif Syuja’ Mu’tasyim          (2016070123)

Novita Naraha                         (2016070171)

Fadel Muhammad Sofyan       (2016070435)

 

 

 

 

FAKULTAS SASTRA

PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA

UNIVERSITAS PAMULANG

2017

 

Kata Pengantar

 

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan materi maupun pikirannya.

            Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

                                                                                                                                              

Pamulang, 16 Oktober 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

Kata Pengantar.................................................................................................

Daftar Isi.........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................

1.1  Latar Belakang.........................................................................................

1.2  Rumusan Masalah...................................................................................

1.3  Tujuan Penulisan.....................................................................................

1.4  ManfaatPenulisan....................................................................................

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................

2.1  Pengertian Proses Morfologi.........................................................................

2.2  Proses Pembubuhan Afiks...........................................................................

2.3  Proses Pengulangan..........................................................................

2.4  Tahap Pemajemukkan......................................................................

BAB III PENUTUP..........................................................................................

3.1  Simpulan............................................................................................

3.2  Saran......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Secara etimologis kata morfologi berasal dari kata morf yang berarti ‘bentuk’ dan kata logis yang berarti ‘ilmu’. Jadi secara harfiah kata  morfologi berarti ‘ilmu mengenai bentuk’. Di dalam kajian linguistik, morfologi berarti ‘ilmu mengenai bentuk-bentuk dan pembentukan kata’, sedangkan di dalam kajian biologi morfologi berarti ‘ilmu mengenai bentuk-bentuk sel-sel tumbuhan atau jasad-jasad hidup’.

Kalau dikatakan morfologi membicarakan masalah bentuk-bentuk dan pembentukan kata, maka semua satuan bentuk sebelum menjadi kata, yakni morfem dengan segala bentuk dan jenisnya, perlu dibicarakan. Lalu, pembicaraan mengenai pembentukan kata akan melibatkan pembicaraan mengenai komponen atau unsur pembentukan kata itu, yaitu morfem, baik morfem dasar maupun morfem afiks, dengan alat proses pembentukan kata itu yaitu afiks dalam proses pembentukan kata melalui proses pembentukan kata melalui proses afiksasi, duplikasi atau pengulangan dalam proses reduplikasi, penggabungan dalam proses pembentukan kata melalui proses komposisi, dan sebagainya. Jadi, ujung dari proses morfologi adalah terbentuknya kata dalam bentuk dan makna sesuai dengan keperluan dalam satu tindak pertuturan.

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2 Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang diatas. Maka dapat dirumuskan permasalahan dalam makalah ini sebagai berikut.

1.      Apa pengertian dari proses Morfologi?

2.      Bagaimana  Proses pembubuhan afiks?

3.      Bagaimana  Peroses pengulangan?

4.      Apa aja tahap pembentukkan kata?

 

1.3 Tujuan Penelitian

            Berdasarlan rumusan masalah diatas. Maka tujuan dari makalah ini sebagai berikut.

1.      Mendeskripsikan pengertian dari proses morfologi

2.      Mengklasifikasikan Proses pembubuhan afiks

3.      Memaparkan Proses pengulangan

4.      Menjelaskan Tahap pembentukkan kata

 

1.5  Manfaat Penulisan

Berdasarkan tujuan makalah diatas. Maka manfaat dari makalah ini sebagai berikut.

1.      Manfaat teoritis

Makalah ini diharapkan memberikan manfaat secara teoritis. Manfaat tersebut dapat berupa tambahan ilmu dalam morfologi, khususnya tentang proses morfologi.

2.      Manfaat praktis

Bagi mahasiswa, makalah ini dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk mebuat makalah proses morfologi. Bagi dosen dan guru, makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk mata kuliah Morfologi.

 

 

 

 

 

BAB II

Pembahasan

2.1  Pengertian Proses Morfologi

Proses morfologi adalah proses pembentukkan kata dari suatu dasar menjadi suatu bentuk jadian. Proses ini meliputi afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan), dan komposisi (pemajemukkan). Sebuah kata bisa terdiri dari satu atau lebih morfem, misalnya kata “jalan” yang terdiri dari satu morfem, “berjalan” yang terdiri dari dua morfem (ber- dan jalan), “jalan-jalan” yang terdiri dari dua morfem, atau “menjalankan” yang terdiri dari tiga morfem (me-, jalan, dan -kan).

Dalam bahasa Indonesia, terdapat tiga proses morfologi:

1.      Proses Pembubuhan Afiks (afiksasi)

2.      Proses Pengulangan (reduplikasi)

3.      Proses Pemajemukkan

2.2  Prose Pembubuhan Afiks

Proses pembubuhan afiks adalah pembubuhan afiks suatu satuan, baik satuan  itu berupa bentuk tunggal maupun kompleks untuk membentuk kata. Misalnya pembubuhan afik “ber-“ pada kata “jalan” menjadi “berjalan”. Pada sepeda menjadi bersepeda.

Bentuk tunggal = terdiri dari satu morfem, misalnya: makan, minum

Bentuk kompleks= terdiri lebih dari satu morfem: rumah makan, berlari,. Kata berlari terdiri dari dua  morfem, yakni morfem (ber) dan morfem (lari).

Penambahan afiks dapat dilakukan di depan (prefiks), di tengah (infiks), di belakang (sufiks). Dan yang berada di depan dan di belakang (konfiks). Contoh dari prefiks: berkata, merasa, perasa, pedagang. Kemudian contoh dari infiks: gerigi, gemuruh, telunjuk. Contoh dari sufiks: tulisan, tuliskan. Kemudian contoh dari konfiks: keberhasilan, kesatuan.

2.3  Proses Pengulangan (reduplikasi)

Proses pengulangan atau reduplikasi adalah pengulangan suatu gramatik, baik seluruhnya maupun sebagian, Seperti (anak- anak, gunung- gunung, sekali- sekali, lelaki, tetamu). Pengulangan tersebut disebut kata ulang, sedangkan satuan yang diulang disebut dasar. Misalnya kata ulang “rumah- rumah” dibentuk dari kata dasar rumah, kata ulang berjalalan- jalan dibentuk dari kata berjalan, kata ulang bolak- balik berasal dari kata balik. Namun terkadang kita terkecoh dengan bentuk yang mirip dengan kata ulang, padahal itu bukan. Seperti: sia- sia, huru- hara, mondar- mandir. Kata- kata tersebut bukanlah kata ulang, karena sebenarnya tidak ada satuan atau kata dasar ang diulang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak ada kata dasar sia, begitupun huru- hara, serta mondar- mandir.

2.4  Tahap Pemajemukkan

Dalam bahasa Indonesia kerap sekali ditemukan gabungan dua kata yang membentuk makna baru. Kata yang terjadi ari gabungan dua kata tersebut lazim disebut dengan kata majemuk. Seperti rumah sakit, meja makan, kepala batu.

Macam- macam kata majemuk:

1.      Kata majemuk setara: kata majemuk yang unsurnya sederajat, seperti: jual beli, tua muda, baik buruk

2.      Kata majemuk bertingkat: kata majemuk yang unsur- unsurnya tidak sederajat, contoh: sapu tangan, kamar kecil, meja gambar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Penutup

 

3.1  Simpulan

Dari beberapa isi dari makalah ini, dapat disimpulkan bahwa proses morfologi ada 4 proses. Pertama, proses morfologi, yang kedua itu proses pembubuhan afiks, ketiga proses pengulangan (reduplikasi), dan ang keempat proes pemajemukkan.

3.2  Saran

Apabila dalam isi makalah ini namyak kesalahan baik dari tulisan, maupun tanda baca, kami mohon maaf sebesar- besarnya. Kritik dan saran dari teman- teman bermanfaat khususnya bagi kelompok saya dan umumnya buat temen-temen semua.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Linguistik Id. 2016. Pengertian dan Proses Morfologi (Bahasa Indonesia). (online), (http://linguistikid.com/pengertian-proses-morfologi/) diakses pada 23 Oktober 2017

 

mmmmhttp://tamancatatan.blogspot.co.id/2009/02/proses-morfologis-bi.html9